Posted in eccedentesiast

Sudah sampai mana membaca ECCEDENTESIAST?

Hi, teman pembaca!

Sebulan sudah draft ECCEDENTESIAST dibagi di akun WattPad.
Bagaimana? Apakah jalan ceritanya sudah bisa diikuti atau masih penuh tanda tanya? Kalau jawabannya adalah yang kedua, maka kalian harus lebih bersabar karena perlahan tiap chapter akan terbuka ujungnya.

Apakah kalian senang membaca ECCEDENTESIAST?
Kuharap jawabannya adalah YA.
Jika tidak, mohon beritahu saya di kolom komentar blog ini, WattPad, atau Instagram. Beri tahu saya, tulisan-tulisan tersebut kekurangannya apa.
Saya akan SANGAT menghargai masukan kalian.
Sebab itu berarti kalian peduli dengan apa yang saya kerjakan.

Omong-omong, ECCEDENTESIAST sendiri sudah masuk chapter 4 (total ter-publish sudah 6 bab, karena ditambah 2 chapter prolog).
Sudahkah kalian membacanya?
Jika belum, silakan menuju bit.ly/ECCEDENTESIAST.
Draft baru di-upload setiap akhir pekan.

Advertisements
Posted in eccedentesiast

PROJECT SETELAH SEKIAN LAMA HIATUS.

Hai, teman-teman pembaca!
Saya sangat berterimakasih jika postingan ini tetap sampai di hadapan kalian dan masih diberikan hati (juga kerelaan) untuk membacanya.

Setelah sekian lama hiatus–kurang lebih empat bulan lamanya. Ya, EMPAT bulan setelah posting terakhir saya tak lagi menyapa kalian. Saya tak lagi berbagi tulisan. Saya tak berbagi kabar mengenai proyek-proyek tahunan.

Sedih. Banget!
Setelah bekerja dan mengabdi pada negara, mau tidak mau saya harus rela berpindah dari satu kota ke kota lain dalam jangka waktu yang tidak menentu. Oleh karenanya, jam menulis saya juga hancur. Seringnya tak tersentuh.

Akhir pekan adalah satu-satunya rentang waktu yang bisa saya gunakan untuk menulis dengan (lebih) tenang–walaupun Sabtu-Minggu saya tetap ke kantor untuk satu-dua pekerjaan, tapi setidaknya tenaga saya masih banyak tersedia untuk memanusiakan naskah saya yang semakin usang itu.

So, kalau teman-teman mengikuti perjalanan blog ini dari awal (kalau belum, silakan mencari tahu hingga dasar), teman-teman tidak akan asing dengan draft Eccedentesiast yang pernah (dan sering) saya sebut di sekitar tahun 2016.

Ya, benar.
Naskah tersebut sudah pernah saya kirim ke penerbit.
Untuk pertama kalinya saya BERANI mengirim naskah ke penerbit.
Tapi, kemudian, panggilan negara membuat saya harus rela meninggalkan kota kelahiran. Berpindah-pindah tempat. Dan ketika saya pulang, saya lihat naskah itu dikembalikan.

Saya tahu, naskahnya memang kurang bagus untuk standar penerbit.
Tapi saya nggak berhenti menulis dan membuangnya begitu saja.
Saya akan poles draft itu, namun tidak mengirimkannya kembali ke penerbit.

Saya lebih memilih membaginya untuk kalian teman-teman pembaca saya yang sudah begitu suportif dengan setiap karya-karya saya yang terlalu apa adanya.

Jadi, bila kalian berkenan, silakan klik tautan di bawah ini 🙂

SELAMAT MEMBACA ECCEDENTESIAST !!

Posted in Words

Seiring Berjalannya Waktu.

Apakah kamu mengingat hari pertama kita berjumpa?
Berjabat tangan dan saling ucap nama.
Dan seiring berjalannya waktu,
hai berekor apa kabar.
Seiring berjalannya waktu,
topik sederhana berkembang jadi topik rumit.
Dan seiring berjalannya waktu,
dengan sadar, kubuka kartuku
satu per satu.
Satu sesuatu yang jarang berlaku.
Pada kawan pun.
Dan seiring berjalannya waktu,
tanpa sadar,
terbuka di depanku lebih dari kartu.
.
Ada yang telah lama tertutup rapat,
ditemukan anak kuncinya.
Diketahui sandinya.
.
Kupikir tak apa, tak mengapa.
Karena seiring berjalannya waktu yang telah lalu,
kukenal kamu sebagai aku dalam lain raga.
Satu jiwa.
.
Tapi, seiring berjalannya waktu itu salah.
Kamu bukan lain aku.
Kamu adalah orang asing penenteng cermin.
Pantulanmu bias,
dan yang kulihat selama ini aku seorang.
.
Lihat.
Seiring berjalannya waktu sedang tertawaiku.
Katanya, “Seiring berjalannya waktu, kamu akan tahu.”