Posted in Words

Seiring Berjalannya Waktu.

Apakah kamu mengingat hari pertama kita berjumpa?
Berjabat tangan dan saling ucap nama.
Dan seiring berjalannya waktu,
hai berekor apa kabar.
Seiring berjalannya waktu,
topik sederhana berkembang jadi topik rumit.
Dan seiring berjalannya waktu,
dengan sadar, kubuka kartuku
satu per satu.
Satu sesuatu yang jarang berlaku.
Pada kawan pun.
Dan seiring berjalannya waktu,
tanpa sadar,
terbuka di depanku lebih dari kartu.
.
Ada yang telah lama tertutup rapat,
ditemukan anak kuncinya.
Diketahui sandinya.
.
Kupikir tak apa, tak mengapa.
Karena seiring berjalannya waktu yang telah lalu,
kukenal kamu sebagai aku dalam lain raga.
Satu jiwa.
.
Tapi, seiring berjalannya waktu itu salah.
Kamu bukan lain aku.
Kamu adalah orang asing penenteng cermin.
Pantulanmu bias,
dan yang kulihat selama ini aku seorang.
.
Lihat.
Seiring berjalannya waktu sedang tertawaiku.
Katanya, “Seiring berjalannya waktu, kamu akan tahu.”

Advertisements
Posted in Words

Ombak.

Apakah kamu ombak, dan aku pantaimu?
Kamu terus datang dan pergi, namun aku diam setia menanti.
Kamu datang bersama debur, siap menghantam karang-karangku sampai hancur,
namun aku menyambutmu dengan peluk hangat dan mesra.
Seperti kekasih yg lama tak bersua.
Atau mungkin aku anak-anak kecil yg bermain di pinggir.
Girang menyambutmu, dan tetap tertawa meski arusmu terus meninggalkan hilir.
Sebab anak kecil tahu, ombak akan kembali, meski tak kau rajuki.
Ah, atau mungkin aku hanya pelancong biasa yg berenang-renang ke tengah, lalu tanpa sadar terseret arus. Hilang. Terbawa ke negeri entah berantah.
Entah.
Entah aku ini apa bagimu.
Tapi kamu dan sikapmu, tetaplah ombak bagiku.

(Barus, Sumatera Utara, 21 Juli 2017.)

​Aku tak akan pergi meski pasir yang kupijak terus dibawa lari.

Air bermain manja antara jemari,

aku berdiri menghadap matahari.

Sepi dan sendiri.

Antara hitam dan putih warna,

kucari lukismu di sana.

Pudar, seperti warna cat pada dinding kamar usang.

Tak mau aku lupa, kugores pena agar kamu ada.

Ya.

Setidaknya, aku merasa kamu ada.

Setidaknya, aku tahu kamu ada.

Setidaknya.

Setidaknya.

Setidaknya.