Posted in RE-POSTING

Aborsi Menurut Iman Kristen

re-posted from previous blog, in order to service people who looking for some information about abortion from Christian’s perspective. I decided inactive my previous blog.

Pergaulan remaja  di perkotaan metropolitan  dewasa  ini semakin memprihatinkan. Ketika segala norma yang mengatur kegiatan manusia untuk bertindak mulai kabur, maka tidak ada lagi yang bisa dijadikan pegangan dalam berlaku dan berbuat.

Norma agama yang (seharusnya) kuat untuk dijadikan pedoman pun tak cukup kuat untuk menandingi  laju arus modernitas dunia. Dalam hal ini, pergaulan remajalah yang menjadi sorotan. Remaja yang menjadi korban pun seakan tak sadar bahwa dirinya sudah terlalu terjerumus dalam hingar-bingar pergaulan hitam. Seks bebas pun juga sudah menjadi hal yang (menurut mereka) sangat wajar. Maka, mereka tak akan heran jika banyak dari mereka menikah terlalu dini atu mungkin malah melakukan aborsi alias gugur kandungan.

Gugur kandungan atau aborsi (bahasa Latin: abortus) adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang mengakibatkan kematian janin. Apabila janin lahir selamat (hidup) sebelum 38 minggu namun setelah 20 minggu, maka istilahnya adalah kelahiran prematur.

Aborsi dan keguguran adalah 2 hal yang berbeda. Keguguran adalah berhentinya kehamilan secara spontan atau yang dikarenakan kecelakaan, sedangkan aborsi  adalah berhentinya kehamilan karena disengaja.

Lalu bagaimana alkitab memandang aborsi ini?

Umat Kristen awal, menganggap bahwa janin yang belum bergerak bukanlah janin yang bernyawa. Jadi melakukan aborsi bukanlah tindak kriminal namun tindakan yang berdosa. Antara abad kedua hingga keempat, didakhe (ajaran-ajaran rasul), barnabas, dan surat petrus mengecam tindakan aborsi ini. Dan menetapkan bahwa aborsi adalah perbuatan tidak sah. Namun pada abad 6 – 16, hukum yang mengatur tindakan ini terkesan longgar.

Gereja Mormon memandang bahwa aborsi adalah tindakan berdosa, namun diperbolehkan dengan pengecualian. Hal tersebut dapat dilakukan apabila ibu janin mengandung karena sebuah pemerkosaan; janin yang ada di dalam kandungan adalah janin yang cacat dan/atau tidak bisa bertahan jika dilahirkan ke dunia. Ibu hamil dapat melakukan aborsi setelah mengadakan konsultasi dengan pemimpin gereja.

Gereja Ortodoks dan Gereja Katholik Roma sangat menentang aborsi. Menurut mereka, janin telah memunyai hak untuk hidup, dan aborsi adalah salah satu tindakan yang melanggar hak asasi manusia.

Sebenarnya, dalam praktek atau keadaan nyatanya, Aborsi hanya dapat dibenarkan dalam beberapa kasus, misalnya:
1. Janinnya sudah meninggal, maka mau tidak mau harus dikeluarkan.
2. Apabila membahayakan nyawa si ibu (inipun prakteknya tidak gampang, harus ada tinjauan dari berbagai pertimbangan etis; dalam konteks iman kita masih tetap kita tolak)

Aborsi menurut pandangan alkitab.

Alkitab memberi nilai yang tinggi atas hidup manusia. Dalam Ul 5 :117 tertulis “Jangan Membunuh” dan dalam Kel 21:22-24 dipersoalkan tentang kasus pengguguran (Aborsi), khususnya mengenai kasus kecelakaan seorang wanita yang sedang mengandung, yang terlibat dalam perkelahian antara dua orang laki-laki, apabila si ibu hidup dan kandungannya gugur, maka orang tersebut harus ganti rugi, dan kalau ibu itu mati dan kandungannya juga gugur, maka harus nyawa ganti nyawa. Dalam hal ini ternyata orang Yahudi sangat menghargai hidup, termasuk hidup binatang (lih Ul 22:6,7). Alkitab juga memberitahukan kepada kita bahwa kehidupan sudah dimulai pada saat konsepsi, dalam Mat 1:20 dituliskan bahwa Yesus dikandung oleh Roh Kudus, dengan demikian Yesus sungguh-sungguh menjadi manusia yang seutuhnya pada saat konsepsi.

Alkitab juga memandang bayi yang belum dilahirkan itu sebagai satu pribadi atau manusia. Mzm 139:13-16 mencatat tentang Daud, yang pada waktu dikandung sudah merupakan manusia dalam pemeliharaan Allah. Yer 1:5 mencatat “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Juga dalam ayat yang lain yakni Mzm 51:7 Daud mengaku bahwa sifat dosanya sudah ada sejak ia masih dalam kandungan.

Dalam Kej 1:26,27; 2:7 tertulis bahwa Allah menjadikan manusia menurut gambar dan rupaNya, yang menunjukkan bahwa hidup ini kudus dan sangat berharga dihadapan Allah yang telah menciptakannya. Maka dalam hal ini secara tegas Alkitab tidak membenarkan Aborsi, alasannya;
1. Hidup manusia semata-mata Karunia Allah
2. Tuhan mempunyai rencana keselamatan bagi setiap insan yang lahir kedunia ini.
3. Manusia tidak berhak untuk mencabut hak hidup dari pada fetus ataupun embrio, yang berhak hanyalah Allah; jangan kita merampas hak Allah.

Advertisements

Author:

I’m author of “Senja di Ujung Lensa” dalam Antologi Cerpen dan Foto 'Menyebrang Pada Sebuah Jendela'. diterbitkan oleh @indiebookcorner. Antologi cerpen kedua saya berjudul 'Cinta Terpendam', karya saya yang dimuat di sana berjudul “Hujan di Antara Kita“, diterbitkan oleh @mozaikindie. Cari SHARONCITARA di sejumlah sosial media untuk dapat terus berkomunikasi dengan saya. may GOD bless you and be the light! happy reading, Sharoncitara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s