Posted in RANDOM

Hujan di Bulan Juni: BerkatMu Bertubi-tubi.

terimakasih Juni atas berkatmu yang bertubi-tubi. selamat datang Juli, aku menyambutmu dengan penuh bahagia.

seperti yang sudah pernah kutulis dalam blog ini. Juni diawali dengan hujan yang begitu derasnya, membuatku dan beberapa kawan meneduh di tepi kantin kampus yang separuh tutup ditinggal pulang penjualnya. di setiap air yang beriak karena tetesan dari atap, kubisikan segelintir doa. sebuah harapan atas pertanda. hujan di awal bulan Juni, semoga berkatMu bertubi-tubi. sama seperti hujan yang tiba-tiba datang, begitu deras hingga jalanan terlihat putih. begitu deras, hingga membuat jalanan tergenang.

terimakasih Tuhan, hujan di bulan Juni. begitu banyak kebahagiaan hadir di sini. dimulai dengan selesainya laporan magang. cukup lama memang, setelah hampir sebulan tidak kusentuh, tidak dikonsulkan dengan bapak dosen (padahal sudah selesai penulisannya sejak 2 hari sebelum masa praktek magang usai). dan cukup lama melewati masa konsul yang dikit-dikit revisi. dan cukup lama melewati masa menunggu bapak kaprodi berada di kampus, untuk menandatangani 4 lembar halaman pengesahan…. well, like 2 days, dari pagi sampe sore ditungguin terus. thanks Dede & Ronald yang jadi teman seperjuangan menunggu Pak Kaprodi & bolak-balik Notonegoro-Sekip-Notonegoro demi sebuah cap legalisir.

esok harinya, sekitar pukul 12, Zau mengirimkan sebuah pesan singkat melalui platform chat. ia memberitahukan bahwa hasil seleksi rekrutmen salah satu BUMN yang ku-apply sudah keluar. well, memang belum sampai di tahapan final, namun bahagia luar biasa karena sebelumnya aku sempat khawatir dengan hasil tes sebelumnya. ditambah lagi jadwal pengumuman yang mundur beberapa hari.

anyway, sayang sekali, Zau kurang beruntung. ia belum lolos ke tahap selanjutnya.

kebahagiaan selanjutnya terjadi beberapa jam setelah aku membaca pengumuman rekrutmen. sore hari, setelah berhari-hari di-PHP bapak dosen pembimbing karena beliau begitu sibuknya hingga sulit ditemui, akhirnya aku mendapatkan waktu untuk melakukan konsultasi dan bimbingan. meski sebelumnya aku hampir menyerah dan pulang, namun ternyata keteguhan hati untuk terus menunggu berbuah hasil yang menakjubkan. sore itu juga, tanpa diduga-duga, beliau me-acc Tugas Akhirku. langsung saja, setelah bimbingan, aku berlari dari ruang dosen menuju salah satu spot kantin favoritku, tempat dimana biasa aku duduk dan mendengar kawan-kawanku berceloteh, hanya untuk menyebarkan kabar bahagia ini. dan sedikit pamer, dengan tujuan meberikan motivasi.

kebahagiaan selanjutnya sebenarnya lebih sederhana, tapi bukan berarti tidak bermakna. sesederhana akhirnya aku mempunyai KTM lagi, setelah semenjak semester 2 kehilangan KTM. lalu sleepover di rumah cuhubut yang bernama Islan (LOL). lalu mengikuti rangkaian tes fisik di salah satu laboratorium di dekat rumah yang sudah ditunjuk oleh BUMN tempatku me-apply. dan juga yg terutama berhasil mendaftar sidang tugas akhir.

seminggu setelah tes fisik yang pertama, pengumuman kembali keluar. puji Tuhan, aku lolos untuk mengikuti tes fisik yang kedua, di tempat yang sama, lusa. dan sampai sekarang, masih dengan doa yang tak terputus, menunggu hasil pengumuman untuk ke tahap selanjutnya.

tanggal 24 di bulan yang bertubi-tubi ini menjadi hari yang tidak pernah terlupakan. setelah berhari-hari dilanda kecemasan mengenai persiapan sidang yang pada waktu itu masih abu-abu. dilanda ketakutan tidak bisa menjawab pertanyaan yang akan dilontarkan oleh dosen penguji. dan hal-hal lain berkaitan sidang yang membuat tidur tidak nyenyak, bahkan sampai 4 hari berturut-turut aku mendapatkan mimpi yang sama: berdiri di ruang sidang, sedang mempresentasikan hasil TA-ku. well, itu lil’bit creepy, somehow. tapi puji Tuhan, dengan usaha maksimal dan doa yang selalu diselipkan pada tiap perkataan, aku mendapatkan nilai yang sangat memuaskan 🙂

terimakasih untuk bunga dan cokelatnya :)
terimakasih untuk bunga dan cokelatnya 🙂

lalu Juni ditutup dengan acara bersama kesayanganku yang luar biasa penuh warna. yang tanpanya, 6 semester di kampus akan terasa membosankan dan berlalu begitu saja.

awalnya kami hanya berniat untuk buka bersama. hanya dengan iuran 20 ribu.
siang hari kami menembus pasar, keluar masuk kios untuk membeli berbagai macam bahan masakan untuk nanti dimasak di rumah Yazid. sekitar pukul 3 kurang, kami (tim pemasak I) mulai memasak menu berbuka. karena disitu hanya aku yang sedang tidak berpuasa, jadi aku diminta untuk mengicip berbagai jenis menu yang dimasak. ada yang pas, kurang asin, terlampau asin, terlampau pedas, dan…… hambar.
tapi untungnya karena diicip dulu sebelum dihidangkan, jadi ketika disajikan untuk berbuka, semua hidangannya enak lwarbyasah!
pukul 5, rombongan kloter 2 datang. beberapa dari kami pun istirahat, dan tugasnya digantikan oleh tim pemasak II.
belum semua termasak, adzan berkumandang, jadi kami segera mengambil minum dan mengemil donat yang sebelumnya sudah disediakan. dan tidak lupa, berfoto :B

collage_20150628233559335collage_20150628233832355

karena terlalu banyak cemilan, sampai pukul 8 kami masih belum lapar. tapi karena kasihan dengan piring-piring bertumpuk yang seolah mengharapkan uluran tangan kami untuk menjadikannya alas makan, akhirnya kami menyantap seluruh menu. tapi tidak habis.

kami pun memutuskan untuk melakukan berbagi nasi. voila ada sekitar 32 bungkus nasi yang siap dibagikan.
pukul 10 malam, kami berpamitan. tidak enak jika kami masih bertamu lebih larut lagi, apalagi rumah Yazid berada di pedesaan. takut jadi omongan warga sekitar. hehehe~
kami pun menuju kota. sambil pulang ke rumah (dan kos. dan kontrakan) nasi tersebut kami bagi.

sayangnya kurang lengkap :(
sayangnya kurang lengkap 😦

puji Tuhan, setelah merasakan berkat yang bertubi-tubi. Juni ditutup dengan berbagi berkat ke orang lain. terimakasih Juni, aku mendapatkan pengalaman yang hebat bulan ini.

Advertisements

Author:

I’m author of “Senja di Ujung Lensa” dalam Antologi Cerpen dan Foto 'Menyebrang Pada Sebuah Jendela'. diterbitkan oleh @indiebookcorner. Antologi cerpen kedua saya berjudul 'Cinta Terpendam', karya saya yang dimuat di sana berjudul “Hujan di Antara Kita“, diterbitkan oleh @mozaikindie. Cari SHARONCITARA di sejumlah sosial media untuk dapat terus berkomunikasi dengan saya. may GOD bless you and be the light! happy reading, Sharoncitara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s