Posted in RANDOM, Words

Desember adalah Epilog (part 2)

Desember adalah epilog.
Dari keseluruhan buku berjudul 2015, Desember telah menutupnya dengan indah.
Terkadang samar, terkadang pula ceritanya dapat dengan mudah dibaca.
Ya, dua ribu lima belas telah mengajarkan banyak hal.
Menambah pengetahuan baru, menyempurnakan yang pernah diberi 2014 dan tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2015 aku belajar,
bahwa bahagia adalah pilihan yang harus dipilih.
Bahagia itu sederhana, namun manusia terlalu banyak memberikan alasan untuk meniadakannya.
Tersenyum adalah bahagia.
Berterimakasih adalah bahagia.
Menyebut nama seseorang yang dicintai dalam doa adalah bahagia.

Pada 2015 aku belajar,
bahwa cinta tidak pernah salah jalan,
bahwa cinta akan selalu pulang ke rumah yang tepat.
Tidak ada yang bisa menghalanginya, tidak ada yang bisa menyesatkannya.

Kau.
Berhati-hatilah dalam perjalananmu menuju rumah.
Jika, dan hanya jika, kita berjodoh, nantinya akan bertemu juga pada rumah yang sama.
Yang perlu kita lakukan adalah cermat menemukan rumah yang sedang kita tuju.
Makanya, kau, berhati-hatilah.

Pada 2015 aku belajar,
bahwa hidup adalah berkat yang lebih dari luar biasa.
Betapa satu tarikan napas dapat menjadi hal paling sulit.
Betapa satuuluran tangan menjadi momen paling berarti.

Hujan di bulan Juni, berkatmu bertubi-tubi.
Bahkan, hujan menunjukan bagaimana tegar dan gigih dirinya membasahi bumi pada bulan enam.
Menyadarkanku bahwa pada masa tersulitpun, akan ada–akan selalu ada jalan keluar.
Dan itulah berkat.

Desember adalah epilog.
Sebagaimana epilog ditulis, ia adalah bagian terindah dari sebuah cerita,
meski tak selalu berakhir bahagia.

Desember adalah epilog sebuah cerita.
Semoga ada kau di sana,
satu terselip di antara ribuan kata.

Advertisements

Author:

I’m author of “Senja di Ujung Lensa” dalam Antologi Cerpen dan Foto 'Menyebrang Pada Sebuah Jendela'. diterbitkan oleh @indiebookcorner. Antologi cerpen kedua saya berjudul 'Cinta Terpendam', karya saya yang dimuat di sana berjudul “Hujan di Antara Kita“, diterbitkan oleh @mozaikindie. Cari SHARONCITARA di sejumlah sosial media untuk dapat terus berkomunikasi dengan saya. may GOD bless you and be the light! happy reading, Sharoncitara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s