Posted in RANDOM

Rahasia Tuhan adalah Pengalaman Terindah yang Suatu Hari Nanti Akan Kamu Alami.

Natal tahun ini punya banyak makna, Fen.
Salah satunya menghargai waktu.

 

 

Iya, karena ternyata one of the most valuable thing in this world itu waktu..
Kita sering nggak sengaja ngebuang waktu sia-sia, padahal dia nggak bisa diputar balik & apa yang udah terjadi nggak bisa diulang lagi..
Waktu bisa menentukan kapan seseorang bertemu, kapan seseorang berpisah, danmenentukan berapa lama waktu yang ada di antara pertemuan dan perpisahan.
Waktu yang menentukan, manusia cuma bisa menyesal.
Waktu menjadi sesuatu yang sangat berharga, tapi nggak banyak orang yang sadar sama hal itu.
Jadi, aku mendapat kesimpulan, when somebody give you their precious time, it means you are important to them.

Jadi, ini potongan pesan yang terjadi di antara saya dan salah satu teman curhat saya semasa kuliah.
Pesan ini kira-kira terjadi tahun bulan lalu, sekitar natal.
Nggak nyangka sih bakal dapet pertanyaan tentang “Apa makna natal versimu?” dari dia. Dan pertanyaan sederhana itu berbuntut curhat yang panjang dan lebar dan tinggi dan luas.

Berbicara tentang waktu, hal yang paliing sensitif untuk diungkit untuk saat ini adalah mengenai “kapan dapet kerja?
Jawaban standar versi saya, “Iyaa, ini masih nunggu panggilan. Kemarin udah masukin ke A, tapi masih nunggu tes-nya.”

Sekali bertanya, okelah.
Dua kali bertanya, well terima kasih sudah begitu perhatian ke saya.
Banyak bertanya, sek tha, kene lho yo lagi usaha. *ini dibacanya pake nada santai ya, saya mah orangnya nggak bisa marah… tapi kalo ngomong sengak…..*

Kembali ke topik,
sebenernya kalo dibilang, secara hitam di atas putih seleksi administrasi, berkas-berkas yang saya ajukan sudah memadahi persyaratan dan yaaaahh bisa dibilang aman laaah. CV, Ijazah, dan transkrip masuk ke kategori aman. Iya, yakin, deh, aman! *brb, cek berkas*

Tapi dasar emang belum jalannya buat dapet kerja, ya jadinya sampai sekarang masih berjuang. SEMANGAT!!

Dalam hal ini, kebanyakan waktu luang justru bikin saya mati gaya.
Kenapa?

Sejak sekolah sampai kuliah, saya selalu membuat diri saya sibuk setengah mati di luar hal akademis. Maksudnya, biar selain sisi akademis (teori) ada sisi praktikal juga yang oke… misalnya, kemampuan berorganisasi.
Jadi saya suka gabung ke circle-circle yang ada di sekitar saya.
Waktu kuliah pun, meskipun tugas dan jadwal kuliah yang padet, saya tetep ikutin kegiatan organisasi. Puji Tuhan, keduanya seimbang. Selama kuliah, IPK nggak pernah di bawah target, dan kegiatan organisasi juga lancar . Keduanya berjalan harmoni, seimbang, selaras, meskipun terkadang berkorban waktu untuk me-time.
Karena berbicara organisasi mahasiwa, artinya melayani seluruh pihak kampus Menjembatani kebutuhan antara mahasiswa, dosen, pengelola, dan seluruh pihak yang terkait. Wes, intinya, SIBUK!

Tapi setelah lulus, kesibukan itu tiba-tiba saja hilang. Kayak ada sound effect MAK BLEK! yang turun dari langit menghantam tubuhmu setiap pagi. Seperti itu.

‘Kekosongan’ itu saya curhatkan kembali ke teman saya tadi. Dan ia memberikan masukan…

Lakukan hal yang belum sempat diselesaikan.
Atau mungkin hal yang tidak disukai biar lebih greget.

dan…

Gapapa, Shar.
Aku ngerti kondisimu.
Tidak perlu khawatirkan tentang pekerjaan, Shar.
Untuk menemukan pekerjaan yang ‘tepat’ yang buat kita jadi nyaman itu memang tidak mudah.
Bisa jadi yang cepat dapat pekerjaan itu dapat pekerjaan yang tidak sesuai hati.
Bisa jadi pekerjaannya tidak sesuai harapan.
Banyak bisa jadi yang lain.

Saya pun membalas…

Instead of khawatir, justru lebih besar rasa penasaranku sama rencana Tuhan.
Aku masih wondering, Tuhan mau ngasih petunjuk apa di depan, sehingga Dia bilang tunggu, bahkan sampai selama ini…
Aku cuma belum menemukan jawabannya aja, Fen.

 

Ya, ini benar, kok.
Meskipun setiap hari saya dikelilingi oleh orang-orang yang mulai insecure dengan kejombloan kenapa saya nggak kunjung dapet kerja, saya tetap yakin, ada rencana indah yang udah Tuhan persiapkan di depan.
Saya hanya perlu berusaha lebih giat lagi untuk mencari tahu jawaban itu. Seratus kali, tidak, seribu kali lebih giat. Kalau memungkinkan pun sejuta kali lebih giat.

 

Mungkin perlahan saya mulai mengerti bahwa Tuhan maunya saya fokus mengerjakan hobi-hobi saya: menulis.
Puji Tuhan, sudah dapat 1 draft novel, yang sekarang masih menunggu kabar dari pihak publisher. Sekarang sedang progress dengan 2 novel baru (sudah pernah dibahas di posting sebelumnya. Coba cek category: book).
Dan puji Tuhan, mungkin akan nambah 1 project baru lagi, masih ada hubungannya sama nulis, tapi bukan novel.
Project ini sesuatu yang lebih besar dan dikerjakan oleh banyak orang. Maaf, belum bisa share. Maybe, next time, kalau sudah ada informasi lebih lanjut.

Mungkin ini hadiah kecil dari Tuhan karena tahun 2015 lalu waktu saya difokuskan untuk mengejar tanggal kelulusan. Benar-benar fokus dengan pendidikan, yang secara langsung membuat tahun kemarin sepi karya.

Padahal 2013 sudah berhasil melakukan comeback paling fenomenal dan 2014 juga sudah berusaha me-settle-kan posisi, tapi malah tahun selanjutnya vacuum. Hft!
Tapi, yasudahlah, yang sudah berlalu biarlah berlau. Masa lalu jadikan pelajaran saja. Sekarang kita tahu bahwa hal-hal tersebut menimbulkan efek yang tidak baik. Jangan diulangi lagi.

Nah, hadiah kecil dari Tuhan ini pasti bakal jadi semangat baru yang selalu meletup-letup di hati. Sambil berkarya, sambil menanti (dan menebak) hadiah besar apa yang sedang disiapkan oleh Tuhan.

Percaya saja, bahwa semua akan indah pada waktu-Nya.

 

and, last but not least…
once again,

Rahasia Tuhan adalah Pengalaman Terindah yang Suatu Hari Nanti Akan Kamu Alami.

 

Akhir kata, please support kami dengan follow blog ini, like, share, dan comment. Karena dengan support kalian, kami akan lebih semangat dalam berkarya.

May GOD bless youuuu!

Advertisements

Author:

I’m author of “Senja di Ujung Lensa” dalam Antologi Cerpen dan Foto 'Menyebrang Pada Sebuah Jendela'. diterbitkan oleh @indiebookcorner. Antologi cerpen kedua saya berjudul 'Cinta Terpendam', karya saya yang dimuat di sana berjudul “Hujan di Antara Kita“, diterbitkan oleh @mozaikindie. Cari SHARONCITARA di sejumlah sosial media untuk dapat terus berkomunikasi dengan saya. may GOD bless you and be the light! happy reading, Sharoncitara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s