Posted in MAIL TIME!

Letter from Okayama | MAIL TIME! #1

Selamat malam!
Seperti biasa, ya, kalo udah memasuki waktu ‘hampir ganti hari’ gini, waktunya saya ngapdet postingan baru di blog. YEIIIYY!!

Sekarang udah masuk hari kedua (hampir tiga) di bulan Februari… nggak kerasa udah tiga-puluh-tiga hari menjalani kehidupan di tahun 2016.
walaupun udah mayan jauh dari natal dan tahun baru, nggak pa-pa kan ya kita bahas kado natal-dan-tahun-baru yang saya terima kemarin… hehehe 😉

Bahasan ini bakal masuk ke kategori MAIL TIME! dan inilah part pertamanya. Enjoy!

MAIL TIME! yang pertama akan kita bahas sebuah paket unik dari teman paling lovable dari Okayama, Jepang, namanya Rumi.

Saya mengenal Rumi karena kami sama-sama bergabung di sebuah forum culture exchange. Kami baru saling mengenal sekitar satu setengah tahun yang lalu. Sejauh ini kami selalu berinteraksi melalui surat dan atau terkadang melalui e-mail (biasanya sih kirim e-mail buat konfirmasi kalau kami mengirimkan surat atau buat tanya kabar gitu).

Anyway, surat kali ini yang saya terima adalah sebuah kartu ucapan natal dan tahun baru, sepucuk surat yang kawaii sekali, juga dua buah masker.
Bisa dilihat pada gambar di atas, terdapat kartu bergambar rusa. Cute deers! Aaawww~
Dan yang lebih cute lagi, di kartu tersebut ditanam sebuah ‘mesin’ kecil dengan tombol yang apabila ditekan akan mengeluarkan medley lagu Single Jingle Bell-we wish you a Merry Christmas-Aud Lang Syne (aduh, lagu yang terakhir, saya nggak ngerti right spelling-nya, pokoknya bacanya mah kayak gitu).
Lutjuh kaaaann?! :3

Foto collage sebelah kanan, bisa kita lihat 2 buah masker yang berbeda.
Yang bergambar strawberry itu sebenernya lebih ke pads sih, bukan masker seperti yang tampak sebelahnya. Kalau yang bungkus putih itu memang masker (yang bentuk wajah dan bahannya kayak tisu itu lho…) dari essens kedelai.
Dua-duanya belum aku coba, sih, mungkin nanti sebelum tidur mau nyoba leh ugha-leh ugha! Hiihihihi~

Sebenernya punya penpal dari luar negeri itu ada seneng dan ada kendalanya.
– Seneng karena wawasan kita bertambah.
– Seneng karena punya temen yang latar belakangnya beda.
– Seneng karena bahasa inggris kita mengalami improvement yang cukup besar.
– Seneng karena kita jadi tau atau punya barang-barang lucu dari luar negeri.
– Dan masih banyak kesenengan lainnya.

Tapiiiii, ada juga kendalanya:
(well, ini ditulis berdasarkan pengalaman saya sendiri, sih,jadi bakal sangat subyektif)
Susah cari postcard, greeting card, atau kartu-kartu lucu (dan bagus) dan dijual dengan harga terjangkau buat dikirim ke penpal kita di luar negeri sana. Iyasih, masalahnya kan bukan culture atau habit dasar orang Indonesia buat ngirim kartu ucapan kalo untuk acara-acara tertentu.
Coba deh dilihat, mungkin di toko buku atau pusat oleh-oleh atau dimanapun… kebanyakan postcard yang dijual merek A, B, dan C. Postcardnya hanya foto simpel dengan foto yang entah diambil tahun berapa (analisa saya, mungkin itu sekitar tahun 80 atau 90-an).
Jangankan mau cari kartu yang dipencet-bisa-bunyi kayak yang dikirim Rumi… mau cari kartu yang pop-up aja susah carinya!
Dan pada akhirnya, bikin sendiri deh kartu ucapannya. untung saya orangnya kreatif kalo kepepet.
– 
Suka nggak enak kalo lama nggak mbales suratnya. Biasanya sih karena terbentur biaya. Kirim paket ke Jepang itu minimal habisnya sekitar IDR 150K. Sementara, penpal saya kan banyak, jadi harus ada budget khusus untuk tetep bisa keep in touch dengan mereka.
– Bahasa. Iya, komunikasinya sih pake bahasa inggris, tapi terkadang, sadar tidak sadar, pola bahasanya pasti masih pake bahasa lokal. Misal bahasa inggris dengan pola penulisan bahasa indonesia (atau kalau saya seringnya polanya bahasa Jawa, malah), yang udah dikenal dunia tuh seperti Senglish… jadi bahasa inggris ala orang singapore. Susahnya adalah kalau bahasa inggris yang ditulis dengan pola bahas epang atau korea, karena pola bahasa mereka bukan SPOK.

Well, sementara sih kendala terbesar yang saya rasain sih itu.. untungnya masih bisa ditangani. Puji Tuhan.

Akhir kata, please support kami dengan follow blog ini, like, share, dan comment. Karena dengan support kalian, kami akan lebih semangat dalam berkarya.

May GOD bless youuuu!
Sharoncitara

Advertisements

Author:

I’m author of “Senja di Ujung Lensa” dalam Antologi Cerpen dan Foto 'Menyebrang Pada Sebuah Jendela'. diterbitkan oleh @indiebookcorner. Antologi cerpen kedua saya berjudul 'Cinta Terpendam', karya saya yang dimuat di sana berjudul “Hujan di Antara Kita“, diterbitkan oleh @mozaikindie. Cari SHARONCITARA di sejumlah sosial media untuk dapat terus berkomunikasi dengan saya. may GOD bless you and be the light! happy reading, Sharoncitara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s