Posted in Words

Senja di Ujung Lensa.

Senja di Ujung Lensa adalah cerita pendek pertama saya di circa tahun 2013, sekaligus menjadi karya pertama yang saya ikutkan dalam kompetisi setelah hampir dua tahun hiatus dari dunia tulis menulis.

Ya, cerpen ini mempunyai histori yang panjang. Sebagai karya come back, pada mulanya tidak ada kewajiban atau tuntutan agar karya ini dapat memenangkan suatu hadiah. Dan karena secara kebetulan sedang ada kompetisi, makanya saya coba sertakan cerpen ini ke perlombaan tersebut.

Puji Tuhan, meskipun tidak menjadi juara, karya saya termasuk dalam 10 cerpen yang termuat dalam antologi cerpen & foto STOGRAPHTION yang berjudul Menyeberang pada Sebuah Jendela. Antologi tersebut diterbitkan oleh IndieBook Corner.
Kalau teman-teman berminat membeli bukunya, bisa langsung menghubungi publisher tersebut melalui webnya. Saya, sih, kurang tahu apakah buku ini masih ready stock, karena cetakan pertamanya keluar tahun 2013 dan buku ini (sepertinya) dijual terbatas kala itu.
Tapi kalau mau, boleh coba ditanyakan ke penerbit yang bersangkutan.

Saya mau bercerita sedikit tentang di balik layar penjurian.
Beberapa hal tentang penjurian saya ketahui melalui teman yang menjadi panitia (meski demikian, saya tidak melakukan tindak KKN, lho. Semuanya murni keputusan juri).
Dua juri yang bertindak sebagai penilai adalah Irwan Bajang dan Bernard Batubara alias Benzbara. Saya lebih banyak membaca karya Bang Bara: Radio Galau FM, Kata Hati, Milana, dll. Saya senang dengan karyanya, oleh karena itu saya mengikuti interaksinya di media sosial Twitter dan Ask.fm

Ternyata, ketika melakukan proses screening dan penilaian, Bang Bara menunjuk karya saya sebagai top three yang direkomendasikan sebagai juara. UNBELIEVABLE! Bang Bara suka dengan karya saya 🙂

Ya, meski demikian, karena Mas Irwan Bajang mempunyai pendapat lain dan ketika melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat *halah* karya saya tidak masuk ke tiga finalis dengan nilai tertinggi, toh, saya tetap senang.

Karena menulis bukan tentang juara. Bukan tentang siapa yang paling bagus, tapi tentang siapa yang mau berkomitmen untuk terus produktif.

Senja di Ujung Lensa

Sila baca dengan menekan tautan (link) di atas.

Akhir kata, teman-teman bisa memberi support dengan follow blog ini, like, share, dan comment. Karena dengan memberi support, pasti akan membakar semangat siapapun untuk lebih baik dan terus lebih baik dalam berkarya.

May GOD bless youuuu!

Sharoncitara.

(credit header image: panduanwisata.id)

Advertisements

Author:

I’m author of “Senja di Ujung Lensa” dalam Antologi Cerpen dan Foto 'Menyebrang Pada Sebuah Jendela'. diterbitkan oleh @indiebookcorner. Antologi cerpen kedua saya berjudul 'Cinta Terpendam', karya saya yang dimuat di sana berjudul “Hujan di Antara Kita“, diterbitkan oleh @mozaikindie. Cari SHARONCITARA di sejumlah sosial media untuk dapat terus berkomunikasi dengan saya. may GOD bless you and be the light! happy reading, Sharoncitara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s