Posted in PAMIT, Words

Setidaknya.

​Aku tak akan pergi meski pasir yang kupijak terus dibawa lari.

Air bermain manja antara jemari,

aku berdiri menghadap matahari.

Sepi dan sendiri.

Antara hitam dan putih warna,

kucari lukismu di sana.

Pudar, seperti warna cat pada dinding kamar usang.

Tak mau aku lupa, kugores pena agar kamu ada.

Ya.

Setidaknya, aku merasa kamu ada.

Setidaknya, aku tahu kamu ada.

Setidaknya.

Setidaknya.

Advertisements

Author:

I’m author of “Senja di Ujung Lensa” dalam Antologi Cerpen dan Foto 'Menyebrang Pada Sebuah Jendela'. diterbitkan oleh @indiebookcorner. Antologi cerpen kedua saya berjudul 'Cinta Terpendam', karya saya yang dimuat di sana berjudul “Hujan di Antara Kita“, diterbitkan oleh @mozaikindie. Cari SHARONCITARA di sejumlah sosial media untuk dapat terus berkomunikasi dengan saya. may GOD bless you and be the light! happy reading, Sharoncitara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s