Posted in Words

Ombak.

Apakah kamu ombak, dan aku pantaimu?
Kamu terus datang dan pergi, namun aku diam setia menanti.
Kamu datang bersama debur, siap menghantam karang-karangku sampai hancur,
namun aku menyambutmu dengan peluk hangat dan mesra.
Seperti kekasih yg lama tak bersua.
Atau mungkin aku anak-anak kecil yg bermain di pinggir.
Girang menyambutmu, dan tetap tertawa meski arusmu terus meninggalkan hilir.
Sebab anak kecil tahu, ombak akan kembali, meski tak kau rajuki.
Ah, atau mungkin aku hanya pelancong biasa yg berenang-renang ke tengah, lalu tanpa sadar terseret arus. Hilang. Terbawa ke negeri entah berantah.
Entah.
Entah aku ini apa bagimu.
Tapi kamu dan sikapmu, tetaplah ombak bagiku.

(Barus, Sumatera Utara, 21 Juli 2017.)

Advertisements

Author:

I’m author of “Senja di Ujung Lensa” dalam Antologi Cerpen dan Foto 'Menyebrang Pada Sebuah Jendela'. diterbitkan oleh @indiebookcorner. Antologi cerpen kedua saya berjudul 'Cinta Terpendam', karya saya yang dimuat di sana berjudul “Hujan di Antara Kita“, diterbitkan oleh @mozaikindie. Cari SHARONCITARA di sejumlah sosial media untuk dapat terus berkomunikasi dengan saya. may GOD bless you and be the light! happy reading, Sharoncitara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s