Posted in BOOKS, Words

Akhirnya Kesampaian Juga Bacain Puisi Batas Aan Mansyur yang Bikin Baper Se-Indonesia Raya dan Negara-Negara Tetangga.

Beberapa teman yang mampir ke posting ini sebagian pasti sudah membaca posting puisi Rangga dalam teaser Ada Apa dengan Cinta? 2 yang dipublikasikan oleh akun YouTube Miles Film. Lihat di sini.

Potongan puisi tersebut ditulis oleh Aan Mansyur dalam bukunya Tidak Ada New York Hari Ini terbitan Gramedia. Dalam buku tersebut memuat pula puisi-puisi lain yang mengisi film AADC. Kabarnya, keberadaan buku tersebut membuat galau berjamaah, after effect bapernya melebihi ketika keluar dari bioskop pasca menonton AADC.

Dan setelah lebih dari 2 minggu pasca rilisnya film AADC2 di bioskop, akhirnya saya punya kesempatan membacakan salah satu puisi(Mas? Bang?)  Aan Mansyur.

Puisinya berjudul Batas (yes, saya juga nggak nyangka, puisi saya bisa samaan judul sama beliau). Seperti yang sudah saya singgung di atas, puisi ini adalah versi utuh dari cuplikan puisi yang dibacakan oleh Rangga dalam teaser.

Puisi saya dapat didengar melalui akun soundcloud saya atau langsung lihat videonya di akun YouTube saya.

Berikut adalah puisi Batas karya Aan Mansyur yang saya bacakan. Semoga dapat diterima dengan baik 🙂

Batas

Semua perihal diciptakan sebagai batas
Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain
Hari ini membelah membatasi besok dan kemarin
Besok batas hari ini dan lusa
jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota,
bilik penjara, dan kantor wali kota, juga rumahku dan seluruh tempat di mana pernah ada kita
Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta
Resah di dadamu dan rahasia yang menanti di jantung puisi dipisahkan kata
begitu pula rindu. Antara pulau dan seorang petualang yang gila
Seperti penjahat dan kebaikan dihalang ruang dan undang-undang
Seorang ayah membelah anak dari ibunya dan sebaliknya
Atau senyummu dinding di antara aku dan ketidakwarasan
Persis segelas kopi tanpa gula pejamkan mimpi dari tidur
Apa kabar hari ini?
Lihat tanda tanya itu jurang antara kebodohan dan keinginanku
memilikimu sekali lagi

Advertisements
Posted in BOOKS, RANDOM, Words

Kemanakah semangatku? Writer’s block?!

Sudah hampir dua minggu nggak ada semangat nulis di blog. Kurang lebih selama itu. Ada banyak ide, namun terlalu malas untuk membuka laptop dan mengutarakannya di blog.

Awalnya saya pikir hanya sebatas malas update di blog. Namun ternyata rasa malas itu merambat ke hal-hal lain, misalnya tidak melanjutkan draft-draft novel. Sedih, yak?

Padahal ide itu selalu ada. Selalu menghantui. Tapi karena keegoisan saya sendiri, saya mandek sementara untuk menulis.

Puji Tuhan, selama kemarin madek itu, saya tidak lantas berhenti produktif. Saya mengumpulkan banyak sekali film (well, cukup banyak untuk ditonton setiap hari selama seminggu) dan membaca komik-komik online yang sekarang ini banyak sekali diedarkan di internet.

Film dan komik tersebut tentu saja bukan untuk hiburan semata karena sengaja saya pilih topiknya sama (atau menyerempet) cerita pada novel-novel yang sekarang sedang saya tulis. Terhibur iya, memperkaya referensi sudah pasti.

Dan sekarang ini rasanya saya terlahir kembali dengan semangat yang terbarukan. Well, kok mirip tagline Pertamina, ya? Rekrut saya dong, Pak/Bu! 😀

Ah, anyway, untuk memacu semangat saya dalam menulis, mulai minggu ini, saya berencana untuk memosting cerita pendek bersambung. Dipendekan menjadi CAPUNG (what?!).

Cerita pendek bersambung ini berjudul PAMIT.

Pembahasan tentang PAMIT akan saya tulis di posting selanjutnya.

Posted in BOOKS, RANDOM, Words

Desember Adalah Epilog.

Desember adalah epilog,
dan sebagaimana epilog ditulis, ia harus menjadi bagian paling indah.
Tidak harus berakhir bahagia, semua tergantung jalan cerita sebelumnya. Yang penting adalah indah. Tergantung dari sudut pandang apa kita menuliskannya, tergantung dari siapa kita membacanya.

Desember adalah epilog.
Menurut kisah sebelumnya, seharusnya kita bertemu setelah perpisahan yang lalu.
Bagaimana?

Desember adalah epilog.
Halaman dimana kita… ah, terserah kau saja.