​Aku tak akan pergi meski pasir yang kupijak terus dibawa lari.

Air bermain manja antara jemari,

aku berdiri menghadap matahari.

Sepi dan sendiri.

Antara hitam dan putih warna,

kucari lukismu di sana.

Pudar, seperti warna cat pada dinding kamar usang.

Tak mau aku lupa, kugores pena agar kamu ada.

Ya.

Setidaknya, aku merasa kamu ada.

Setidaknya, aku tahu kamu ada.

Setidaknya.

Setidaknya.

Setidaknya.